Ada kesalahan di dalam gadget ini

Daily Calendar

Senin, 12 April 2010

MAKNA CINTA KAHLIL GIBRAN


Bagi gibran cinta mengarahkan pada Allah,Dan karena cinta pula Allah mempertemukan diri_NYA kepada manusia.
Lantaran itu pada pandangan Gibran cinta sesungguhnya cinta atas nama Allah dan cinta kepada Allah itu sendiri.
Karena segala sesuatu adalah pantulan dan imanensi dari Sang MahaCinta.

Cinta kepada yang lain selain Allah,tetapi atas nama dan didasarkan pada Allah akan membawa manusia dan alam semesta kepada persekutuan dengan Allah.
Hal ini terungkap jelas dalam tulisannya yang berjudul Cinta Keindahan Kesunyian,(Yogyakarta ,Bentang Budaya,1999,hal.72-74)
"Cinta membimbingku mendekati-Mu namun kemudian kegelisahan membawaku menjauhinya.
Aku telah meninggalkan pembaringanku,cinta,karena takut pada hantu kelupaan yang bersembunyi dibalik selimut kantuk.Bangun,bangun,cintaku,dan dengarkan aku.
Aku mendengarkan-Mu kekasihku!Aku mendengarkan panggilan-Mu dari dalam lautan dan merasakan kelembutan sayap-sayap-Mu.
Aku telah meninggalkan pembaringanku dan berjalan diatas rerumputan.Embun malam membasahi kaki dan keliman pakaianku,disini aku berdiri dibawah bunga-bunga pohon Almond,memperhatikan ruh-Mu.


Gibran tidak hanya menekankan cinta sebagai dasar antara manusia dengan Allah tetapi lebih jauh dari itu melalui dan dalam cinta manusia diarahkan,dituntun sampai pada tahap akhir hidup dalam persekutuannya dengan Allah.
Cinta melampaui keterbatasan manusia,menembus ruang fisik dan berjumpa dengan Allah.Dengan demikian cinta ditempatkan Gibran sebagai bentuk hubungan terpenting dan tertinggi.
Agar sampai pada persekutuan dengan Allah melalui cinta,bagi Gibran cinta itu harus berangkat dari peran manusia yang kongkret dalam kodrat kemanusiaan dan potensi-potensinya lebih jauh dan luas.
Dalam triloginya Sang Nabi,Taman Sang Nabi dan Suara Sang Guru(Yogyakarta,Pustaka Sastra,2004,hal.212) Dengan jelas Gibran menggambarkan tentang hal tersebut.


"Kalian orang-orang beriman yang dapat menemukan adanya suatu dasar untuk kemajuan seluruh umat manusia dalam sifat baik manusia,dan bahwa dalam diri manusia terdapat tangga kesempurnaan yang menuju Roh Kudus?Jika kalian dapat berlaku demikian,maka kalian akan seperti bunga bakung ditaman kebenaran yang abadi harumnya baik tersimpan dihirup manusia atau tersapu oleh angin.

Hal senada dikatakan Gibran dalam Semua Karena Cinta(Yogyakarta,Narasi,2005,hal.54)
"Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon yang kokoh berdiri namun dahannya kering,tanpa dihiasi buah ataupun bunga"

Sejalan dengan pandangan mistik agama samawi,bagi Gibran persatuan Allah dan munusia tidak hanya terjadi dalam cinta yang meluap-luap dan berkobar-kobar kepada Allah dalam ekstase.Gibran lebih memandang pengalaman mistik dari aspek etika.
Pengalaman mistik dalam pandangan Gibran tidak berarti melarikan diri dari tugas dan tanggung jawab hidup didunia ini,dengan menyingkir untuk masuk dalam ekstase kebahagiaan untuk diri sendiri saja,membelakangi dunia serta melupakan segala penderitaan hidup diri sendiri maupun orang lain.
Baginya mistisme yang hanya mementingkan diri sendiri adalah egoisme alias pengingkaran terhadap kodrat manusia.Gibran menekankan bahwa relasi cinta antara Allah dan manusia akan menjadi nyata bila melimpah ke dunia dalam wujud cinta kepada sesama.
Ini harus terjadi bukan hanya kata-kata,melainkan dalam belas kasihan dan kurban diri.
Wujud tertinggi dari cinta bagi Gibran adalah terlibat atau melibatkan diri dalam dunia; dan bentuk keterlibatan itu dimaknai oleh Gibran dengan kerja.
Kerja atau pekerjaan adalah satu-satunya wujud relasi manusia dengan Allah dalam dunia,sebagai sebuah bentuk kurban diri yang kongkret.Kerja yang dimaksudkan Gibran tidak hanya melibatkan daya fisik tetapi juga pikiran dan perasaan manusia.Melalui kerja manusia dapat mewujudkan dirinya sebagai individu.
Dengan bekerja manusia dapat melebur dalam persatuan dengan sesama,dan dengan bekerja pula manusia dapat menjumpai Allah didalam alam semesta.Hal ini dilukiskan Gibran dalam triloginya(hal.28-29)

"...aku berkata bahwa hidup memang kegelapan,jika tanpa hasrat dan keinginan.Dan semua hasrat-keinginan adalah buta,jika tidak disertai pengetahuan.Dan segala pengetahuan adalah hampa,jika tidak di ikuti pekerjaan.Dan setiap pekerjaan akan sia-sia,jika tidak disertai cinta.Bekerja dengan rasa cinta,berarti kalian sedang menyatukan diri dengan diri kalian sendiri,dengan diri-diri orang lain-dan kepada Allah."

Gibran meyakini bahwa kerja merupakan dimensi mendasar hidup manusia di dunia.Latar belakang pemikirannya adalah karena manusia ialah citra Allah,juga karena perintah yang diterima dari penciptanya untuk menaklukan dan menguasai dunia.
Bagi Gibran semua pekerjaan manusia harus berorientasi pada cinta.Kerena kerja yang berlandaskan pada cinta,maka melalui kerja atau pekerjaan manusia tidak hanya mengubah kodrat,tetapi juga mewujudkan dirinya sendiri dan membangun masyarakat,keluarga dan bangsa.

Bagi Gibran cinta tidak punya makna selain mewujudkan maknanya sendiri.